Never Stop Learn

Minggu, 27 Januari 2019

PT DI serahkan 5 Heli Pemburu Kapal Selam dan 1 Pesawat Patroli Intai Maritim ke TNI AL.

Setelah penantian yang cukup panjang TNI AL menerima Lima helikopter antikapal selam dan satu pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft. Semua kapal terbang itu dibuat oleh perusahaan industri militer dalam negeri, PT Dirgantara Indonesia atau PT DI.

Dikutip dari vivanews.com Alutista yang dipesan Kementerian Pertahanan berdasarkan kontrak pada 2013 dan 2014 itu diserahkan secara simbolik oleh PT DI kepada pemerintah di Hanggar PT DI di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 24 Januari 2019.
BACA JUGA : MENGUPAS KEGAHARAN MLRS ASTROS


 www.maritimenews.com
Heli antikapal selama itu berjenis Panther tipe AS565 MBe dan produk hasil kerja sama industri PT DI dengan Airbus Helicopters Perancis. Heli dirancang dengan kemampuan mendeteksi keberadaan kapal selam dengan Dipping Sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (Helras) yang dapat difungsikan di laut dangkal dan laut dalam.
Dengan perangkat itu, heli Panther dinilai ideal untuk bermanuver redetection, melokalisasi sasaran dan melancarkan setangan torpedo di perairan dangkal maupun perairan dalam.

BACA JUGA : HELI SERBU APACHE AH-64A



Pesawat CN235-220 MPA dirancang dengan dua konsol 360 derajat Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 nautical mile dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis mengidentifikasi kapal sehingga dapat mengetahui posisi objek mencurigakan.

BACA JUGA : THAILAND PESAN KAPAL SELAM KE CHINA

 www.gardanasional.com

Pesawat itu juga dilengkapi Identification Friend or Foe, Interrogator dan Tactival Computer System, yang berfungsi untuk mengetahui musuh, menganalisis dan menentukan strategi operasi.

BACA JUGA : BUNGKARNO DIANTARA SAKSI DAN PERISTIWA


 www.bumn.go.id
CN235-220 MPA dilengkapi Forward Looking Infra Red untuk mengklasifikasi target dan merekam situasi wilayah terbang untuk evaluasi misi. Pesawat juga dapat lepas landas pada jarak pendek dengan kondisi landasan yang tidak beraspal dan berumput, mampu terbang dengan durasi maksimal 11 jam dan irit bahan bakar.


 Video AS 565 Mbe panther
Video CN 235 220 MPA
Dari fitur-fitur itu, dapat digunakan untuk patroli perbatasan, Zona Ekonomi Eklusif, pengawasan pencurian ikan, pencemaran laut, pengawasan imigrasi, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba serta barang ilegal, pencarian dan penyelamatan korban bencana.

BACA JUGA : INDONESIA JAJAKI PENGADAAN 3 KAPAL SELAM DENGAN DSME

Source : maritimenews.com/vivanews.com/ZKTV.ID

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Arsip Blog