Never Stop Learn

Tetaplah menjadi penimba ilmu dan menyebar kebaikan

Proactive-Calm-Responsible-Confidence-Creative.

Never Stop Learn

Tetap Semangat Jangan Pernah Menyerah

Amazing

Good Learner

MILITERDEFENCE.COM

Do the Best Let God do the rest

Kamis, 31 Oktober 2019

Pemuda

Berikan aku 1000 orang tua akan kucabut Sumeru dari akarnya, Berikan aku sepuluh pemuda akan kuguncang dunia.

(Ir. Soekarno)


Share:

2 WAYS TELLING THE TIME IN ENGLISH ( STEP-1)


TELLING THE TIME IN ENGLISH

Hello Friends.
In this section we will learn about telling the time in English. Time is very important material for us, so step by step we will learn this material.

Ada dua cara untuk mengucapkan jam dalam bahasa inggris, yaitu : .
1) Say the hour first and then the minutes. (Hour + Minutes)
     Katakan jam terlebih dahulu kemudian menit. ( jam +menit)
  • 6:25 - It's six twenty-five
  • 8:05 - It's eight O-five (the O is said like the letter O)
  • 9:11 - It's nine eleven
  • 2:34 - It's two thirty-four


2) Say the minutes first and then the hour.  (Minutes + PAST / TO + Hour)
    Katakan menit terlebih dahulu kemudian jam ( Menit+ Past/TO + Jam)

For minutes 1-30 we use PAST after the minutes. (Untuk menit ke 1 s.d. ke 30 menggunakan kata PAST)
For minutes 31-59 we use TO after the minutes. (Untuk menit 31 s.d. 59 menggunakan kata TO)
  • 2:35 - It's twenty-five to three
  • 11:20 - It's twenty past eleven
  • 4:18 - It's eighteen past four
  • 8:51 - It's nine to nine
  • 2:59 - It's one to three


When it is 15 minutes past the hour we normally say: (a) quarter past
  • 7:15 - It's (a) quarter past seven ( jam tujuh lebih seperempat)
When it is 15 minutes before the hour we normally say: a quarter to
  • 12:45 - It's (a) quarter to one (jam1 kurang seperempat)
When it is 30 minutes past the hour we normally say: half past
  • 3:30 - It's half past three (but we can also say three-thirty) / (jam setengah 4)



O'clock
We use o'clock when there are NO minutes. (Ditulis o'clock apabila tidak ada menit dibelakang jam)
  • 10:00 - It's ten o'clock
  • 5:00 - It's five o'clock
  • 1:00 - It's one o'clock
Sometimes it is written as 9 o'clock (the number + o'clock)


12:00
For 12:00 there are four expressions in English.
  • twelve o'clock ( jam 12 )
  • midday = noon (tengah hari)
  • midnight (tengah malam)


Untuk lebih mudah memahami penjelasan diatas silahkan klik link youtube dibawah ini :



Source : vocabulary.cl

Share:

Selasa, 29 Oktober 2019

Helikopter CH-47 Chinook

Helikopter CH-47 Chinook akan perkuat Indonesian Army. Dikutip dari situs tniad.mil.id, apabila tidak ada hambatan Indonesian Army akan mendapatkan perkuatan alutsista berupa Helikopter CH-47 Chinook  pada akhir tahun 2019.  Kehandalan heli ini memang telah teruji di medan pertempuran dan operasi selain perang seperti SAR dan penanggulangan bencana.

 www.militermeter.com

Ditilik dari sejarahnya helikopter CH-47 merupakan produksi Vertol Aircraf Co yang dibeli Boeing pada 1960. Dalam laman Boeing, Vertol Aircraft Co merupakan pabrik helikopter di Philadelphia. Perusahaan itu membuat tiga jenis helikopter berbaling-baling tandem yang sedang diproduksi: Chinook untuk Angkatan Darat AS, Ksatria Laut untuk Angkatan Laut dan Marinir AS, dan komersial 107 -11 untuk maskapai.

BACA JUGA : MLRS ASTROS


 www.americanmachinist.com
Chinooks adalah helikopter angkut rotor-tandem  YHC-1B yang diluncurkan pada 1961. Helikopter ini dirancang untuk melayani Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS sebagai helikopter pengangkat sedang dan berkembang menjadi beberapa versi.


BACA JUGA : EXOCET MM 30 BLOCK 3

Army Chinook pertama, yang dinamai CH-47A, mulai beroperasi pada Agustus 1962 dengan berat kotor 14.969 kilogram. Boeing memperkenalkan CH-47B pada 1966 dengan peningkatan badan pesawat dan pembangkit listrik yang disediakan oleh mesin T55-l-7C. Berat kotornya naik menjadi 18.144 kilogram.

 www.amazon.com

CH-47C dikembangkan pada 1967 sebagai tanggapan atas permintaan Angkatan Darat untuk mengangkut muatan 6804 kilogram dan bisa bertahan pada suhu  35 derajat Celsius pada ketinggian  1.219 meter. Itu didukung oleh mesin T55-l-11 dan memiliki kemampuan berat kotor  20.865 kilogram. Chinook pertama kali digunakan dalam pertempuran pada 1965 selama konflik Vietnam.


Selama hari-hari terakhir perang, Chinook dilaporkan membawa 147 pengungsi dalam satu kali angkut. Model CH-47A, B dan C melayani sampai perang berakhir pada 1975. Setelah Perang Vietnam, Boeing dan Angkatan Darat memulai peningkatan armada besar yang mengarah pada pengembangan CH-47D. Hampir 500 model awal Chinooks mengalami proses modernisasi luas di Philadelphia yang menghasilkan armada CH-47 yang pada dasarnya baru.

 www.airliner.net
 BACA JUGA : IVER HUIFTED CLASS 

CH-47D Chinook adalah elemen sentral dalam operasi Angkatan Darat AS dalam Perang Teluk Persia. Versi model D juga digunakan untuk ekspor termasuk International Chinook dan SD Super D, di 20 negara telah mengoperasikan berbagai model CH-47. Sedangkan CH-47F adalah helikopter multimission canggih dengan sistem manajemen kokpit digital yang terintegrasi penuh, Arsitektur Avionics Umum, kokpit, dan kemampuan penanganan kargo canggih yang melengkapi kinerja misi dan karakteristik penanganan pesawat. Komando Operasi Khusus Angkatan Darat MH-47G menggabungkan banyak sistem dan fitur Chinook. 


Yang paling menonjol di antaranya adalah tangki bahan bakar yang menyediakan dua kali kapasitas CH-47F dan sistem pengisian bahan bakar dalam penerbangan. MH-47G diproduksi ulang pada jalur produksi MH-47G/ CH-47F yang umum.
 www.helis.com
Menggunakan badan pesawat Chinook, Helikopter Boeing juga membangun Model 234 LINK, Chinook komersial yang digunakan untuk penumpang, kargo, eksplorasi minyak dan gas, dan penebangan.

BACA JUGA : MOTIVASI PEMENANG
Pada 2014, Boeing mengatakan bahwa program modernisasi CH-47F/ MH-47G yang berlangsung, meliputi campuran pesawat remanufaktur dan baru, yang memastikan helikopter rotor tandem ini tetap berada di armada Angkatan Darat hingga setidaknya 2030-an. Chinooks telah melayani angkatan bersenjata lebih dari 19 pelanggan internasional dan tampil dalam layanan komersial di seluruh dunia.

Source :  americanmachinist.com/militermeter.com/helis.com/airliner.net
Share:

Senin, 28 Oktober 2019

5 Ciri Register dan Penjelasannya

In linguistics, the register is defined as the way a speaker uses language differently in different circumstances. Think about the words you choose, your tone of voice, even your body language. You probably behave very differently chatting with a friend than you would at a formal dinner party or during a job interview. These variations in formality, also called stylistic variation, are known as registers in linguistics. They are determined by such factors as social occasion, context, purpose, and audience.



Registers are marked by a variety of specialized vocabulary and turns of phrases, colloquialisms and the use of jargon, and a difference in intonation and pace; in "The Study of Language," linguist George Yule describes the function of jargon as helping " to create and maintain connections among those who see themselves as 'insiders' in some way and to exclude 'outsiders.'"

Registers are used in all forms of communication, including written, spoken, and signed. Depending on grammar, syntax, and tone, the register may be extremely rigid or very intimate. You don't even need to use an actual word to communicate effectively. A huff of exasperation during a debate or a grin while signing "hello" speaks volumes.

Types of Linguistic Register
Some linguists say there are just two types of register: formal and informal. This isn't incorrect, but it is an oversimplification. Instead, most who study language say there are five distinct registers.
  1. Frozen: This form is sometimes called the static register because it refers to historic language or communication that is intended to remain unchanged, like a constitution or prayer. Examples: The Bible, the United States Constitution, the Bhagavad Gita, "Romeo and Juliet."
  2. Formal: Less rigid but still constrained, the formal register is used in professional, academic, or legal settings where communication is expected to be respectful, uninterrupted, and restrained. Slang is never used, and contractions are rare. Examples: a TED talk, a business presentation, the Encyclopaedia Brittanica, "Gray's Anatomy," by Henry Gray.
  3. Consultative: People use this register often in conversation when they're speaking with someone who has specialized knowledge or who is offering advice. Tone is often respectful (use of courtesy titles) but may be more casual if the relationship is longstanding or friendly (a family doctor.) Slang is sometimes used, people may pause or interrupt one another. Examples: the local TV news broadcast, an annual physical, a service provider like a plumber.
  4. Casual: This is the register people use when they're with friends, close acquaintances and co-workers, and family. It's probably the one you think of when you consider how you talk with other people, often in a group setting. Use of slang, contractions, and vernacular grammar is all common, and people may also use expletives or off-color language in some settings. Examples: a birthday party, a backyard barbecue.
  5. Intimate: Linguists say this register is reserved for special occasions, usually between only two people and often in private. Intimate language may be something as simple as an inside joke between two college friends or a word whispered in a lover's ear.
Additional Resources and Tips
Knowing which register to use can be challenging for English students. Unlike Spanish and other languages, there is no special form of a pronoun expressly for use in formal situations. Culture adds another layer of complication, especially if you're not familiar with how people are expected to behave in certain situations.
Teachers say there are two things you can do to improve your skills. Look for contextual clues such as vocabulary, use of examples, and illustrations. Listen for tone of voice. Is the speaker whispering or yelling? Are they using courtesy titles or addressing people by name? Look at how they're standing and consider the words they choose

Source : thoughtco.com
Share:

Pengertian TEKS REPORT 2 secara Cepat dan Mudah

Report text adalah jenis teks yang mengumumkan hasil penyelidikan atau mengumumkan sesuatu . Informasi yang diberikan dalam teks laporan adalah informasi yang sangat umum.

Perbedaan report text dengan descriptive text adalah recont text menjelaskan sesuatu secara general atau umum sedangkan descriptive text menjelaskan sesuatu yang spesifik atau khusus. Report text juga biasanya bersifat ilmiah.
Tujuan
“Social function of report text is to present information about something generally to the reader.”
Social function dari report text adalah untuk menyajikan informasi tentang sesuatu secara umum kepada pembaca.
Secara umum, report text menggambarkan hal-hal yang berkenaan dengan fenomena alam , buatan manusia dan sosial di lingkungan kita , seperti : mamalia , planet-planet , batu , tanaman , negara-negara dan kota, budaya , transportasi , dan sebagainya. Dan report text bersifat ilmiah karena menyajikan fakta-fakta sebagai hasil penelitian atau observasi.

Generic Structure
General Classification
berisi pernyataan umum tentang subject yang dibicarakan atau dibahas.
Description
merupakan bagian yang memberikan gambaran secara detail mengenai subject yang dibahas pada bagian general classification.
Contoh Report Text
Venice
General Classification :

Venice is a city in northern Italy. It is the capital of region Veneto. Together with Padua, the city is included in the Padua-Venice Metropolitan Area. Venice has been known as the “Queen of the Adriatic”, “City of Water”, “City of Bridges”, and “The City of Light”. The city stretches across 117 small islands in the marshy Venetian Lagoon along the Adriatic Sea in northeast Italy.
Description:
Venice is world-famous for its canals. It is built on an archipelago of 117 islands formed by about 150 canals in a shallow lagoon. The islands on which the city is built are connected by about 400 bridges. In the old center, the canals serve the function of roads, and every form of transport is on water or on foot.
You can ride gondola there. It is the classical Venetian boat which nowadays is mostly used for tourists, or for weddings, funerals, or other ceremonies. Now, most Venetians travel by motorized waterbuses (“vaporetti”) which ply regular routes along the major canals and between the city’s islands. The city also has many private boats. The only gondolas still in common use by Venetians are the traghetti, foot passenger ferries crossing the Grand Canal at certain points without bridges.
You can see the amusing city’s landmarks such as Piazza San Marco, Palazzo Contarini del Bovolo, Saint Mark’s Cathedral or villas of the Veneto. The villas of the Veneto, rural residences for nobles during the Republic, are one of the most interesting aspects of Venetian countryside. They are surrounded by elegant gardens, suitable for fashionable parties of high society. The city is also well known for its beautiful and romantic view, especially at night.


Share:

7 Karakteristik Report Teks, Mudah di Pahami dan Dimengerti

Definition of Report text
“Report is a text which presents information about something, as it is. It is as a result of systematic observation and analyses.” (Report adalah sebuah teks yang menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya. Teks ini adalah sebagai hasil dari observasi dan analisa secara sistematis.)

GENERIC STRUCTURE OF THE REPORT
General Clasification ; Stating classification of general aspect of thing; animal, public place, plant, etc which will be discussed in general (Menyatakan klasifikasi aspek umum hal; hewan, tempat umum, tanaman, dll yang akan dibahas secara umum).

 Description : tells what the phenomenon under discussion ; in terms of parts, qualities, habits or behaviors. (Pada bagian ini biasanya memberikan gambaran fenomena-fenomena yang terjadi; baik bagian-bagiannya, sifat-sifatnya, kebiasaannya, ataupun tingkah lakunya. Intinya adalah penjabaran dari klasifikasi yang disajikan dengan ilmiah.)
Purpose of Report text
Its social purpose is presenting information about something. They generally describe an entire class of things, whether natural or made: mammals, the planets, rocks, plants, countries of region, culture, transportation, and so on.

– Use of general nouns, eg hunting dogs, rather than particular nouns, eg our dog;
– Use of relating verbs to describe features, eg Molecules are tiny particles;
– Some use of action verbs when describing behaviour, eg Emus cannot fly;
– Use of timeless present tense to indicate usualness, eg Tropical cyclones always begin over the sea;
– Use of technical terms, eg Isobars are lines drawn on a weather map;
– Use of paragraphs with topic sentences to organise bundles of information; repeated naming of the topic as the beginning focus of the clause.
Keterangan :
– General nouns, maksudnya adalah, suatu benda (baik itu hidup atau mati) yang bersifat umum. Coba bandingkan : Hunting dogs >< My dog. Hunting dogs bersifat umum; sedangkan my dog bersifat khusus. - Relating verbs, dalam grammar disebut juga dengan linking verbs. Seperti to be [is, am, are: present], seem, look, taste dan lain sebagainya. - Timeless present tense adalah salah satu penanda waktu dalam simple present seperti "often, usually, always" dan lain-lain. - Technical terms, maksudnya adalah istilah-istilah yang meliputi teks report tersebut. Misalnya tentang "music" maka, istilah-istilah musik harus ada. Read the text below, and see the translation.


Share:

Minggu, 27 Oktober 2019

Rudal EXOCET AM 39 Menggempur dari Udara, Bisa ???


Rudal Exocet AM39 adalah versi airbone dari Rudal Exocet anti kapal permukaan. Rudal ini dapat diluncurkan dari Pesawat Tempur, Pesawat Patroli Maritim dan Helikopter.

                                                    www.mbda.com


Exocet AM39 mampu menjangkau sasaran hingga jarak 70km, tergantung dari sudut dan kecepatan pesawat. 
 www.mbda.com

Rudal buatan MBDA ini mampu melumat sasaran dalam waktu yang singkat serta dapat diaplikasikan pada segala cuaca dan dalam kondisi siang maupun malam. Exocet AM39 telah digunakan oleh Angkatan Laut Perancis pada pesawat Rafale dan pesawat ATL2 Atlantic Air Craf. 

 www.mbda.com
Share:

Jumat, 25 Oktober 2019

Kapal Patroli terbaru buatan dalam negeri

Kemandirian Alutsista buatan anak bangsa kian maju pesat. Pada tanggal 18 Oktober 2019 PT Steadfast Marine meluncurkan 2 kapal patroli pesanan TNI-AL di Pontianak, Kalimantan Barat. Disarikan dari halaman Steadfast-marine.co.id Kapal ini merupakan Kapal Patroli dengan panjang 28 meter yang cocok untuk perairan di Indonesia.
BACA JUGA :MENGUPAS KEGAHARAN MLRS ASTROS


 www.harianterbit.com

Dikutip dari Liputan6.com, dua kapal senilai Rp 86 miliar tersebut ditargetkan bisa diserahkan kepada TNI AL pada November 2019 atau lebih cepat dari kesepakatan kontak, yakni Desember 2019. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT Steadfast Marine Tbk Ruddy Kurniawan Logam bersama perwakilan TNI AL.

 www.tribunnews.com

PT Steadfast Marine Tbk sendiri merupakan Galangan Kapal Besar yang berdiri sejak tahun 2005 dan telah memproduksi lebih dari 90 kapal dari berbagai jenis. Dengan Sertifikat ISO 9001:2008 dan OHSAS 18001:2007.
Wah makin keren sob, Industri Pertahanan Tanah Air. 

Soure : Steadfast-marine.co.id/Liputan6.com
Author : masR

Share:

Kamis, 24 Oktober 2019

China dan Singapura tingkatkan Kerjasama Pertahanan

China dan Singapura tingkatkan kerjasama Pertahanan. Disarikan dari Janes.com Persetujuan peningkatan Kerjasama Pertahanan antara China dan Singapura telah di tanda tangani dalam sebuah kunjungan Kementerian Pertahanan Singapura NG ENG Hen yang berkunjung ke China pada tanggal 17 s.d. 22 Oktober 2019 dalam rangkaian kegiatan 7th International Military Sports Council (CISM) Military World Games dan The 9th Beijing Xiangshan Forumi di Wuhan .


 www.mindef.com
Dikutip dari Thediplomat.com, ADESC sendiri telah ditanda tangani pertama kali pada tahun 2008 antara the People’s Liberation Army (PLA) dan the Singapore Ministry of Defence (MINDEF) serta the Singapore Armed Forces. Kegiatan kerjasama tersebut meliputi Port calls, Latihan Bilateral, Kunjungan Kehormatan dan pertukaran kursus dari prajurit masing-masing angkatan.



Source  : Janes.com/thediplomat.com
Share:

Rabu, 23 Oktober 2019

Definisi Procedure Text (STEP-3)

Procedure text is a text that explains or helps us how to make or use something. Its social function is to describehow something is completely done through a sequence of series. Communicative purpose of this text is to describe how something is made through a sequence of actions or steps. There are three generic structures in procedure text. The first is goals or purposes. The second is materials or tools. The third and the last are steps or methods. To know the text that we read is procedure or not is so simple. You can read the title if the title is started with ‘how to make…’ or ‘how to use…’ it can be certainly that the text is procedure text.


Definition of Procedure Text
There are three definition about procedure text : (1)Texts that explain how something works or how to use instruction / operation manuals e.g. how to use the video, the computer, the tape recorder, the photocopier, the fax. (2) Texts that instruct how to do a particular activity e.g. recipes, rules for games, science experiments, road safety rules. (3) Texts that deal with human behavior, e.g how to live happily, how to succeed

Generic Structure of Procedure Text
# Goal : (e.g : How to make spaghetti)
# Material or Ingredient : (e.g : the material to cook omelette are egg, onion, vegetable oil, etc. )
# Step : (e.g : first, wash the tomatoes, onion, …., second cut the onions becomes slice. . . )

Purpose of Procedure Text
– To explain/tell (the reader) how to make/operate/do something through a sequence of actions or steps.
– To explain steps/instruction to make/operate/do something

Language Feature of Procedure Text:
– Use adverbial of sequence / Using temporal conjunction (e.g: first, second, third, the last)
– Use command / imperative sentence (e.g : put the noodles on the . . ., cut the onion. . ., wash the tomatoes. . . )
– Using adverbials (Adverbs) to express detail the time, place, manner accurate, for example, for five minutes, 2 hours, etc.
– Using action verbs, e.g : make, take, boil, cook
– Using Simple Present Tense


HOW TO MAKE A CUP Of COFFEE

MATERIALS AND INGEDIENTS :
– 2
spoons of sugar
– one
spoon of coffee powder
– hot
water
– a cup
– a
spoon


PROCEDURE :
1. Prepare two spoons of sugar, a cup, hot water, one spoon of coffee powder, a spoon.
2. Put one spoon of coffee powder into the cup.
3. Pour some hot water into the cup.
4. Add 2 spoons of sugar into a cup of coffee
5. Stir it well and the hot coffee is ready to drink



HOW TO MAKE NASI UDUK

NGREDIENTS :
– 2 cups of rice
– 2 cups of coconut milk
– 1 tsp salt
– 1 pandan leaf
– 1 jeruk purut leaf
– 1 salam leaf
– 1 lemon grass


UTENSILS :
– pan
– big pot
– steamer
– rice paddle


COOKING METHOD :
1. Cook the coconut milk with all the other ingredients except
the rice.
2. Meanwhile, wash the rice
in another big pot.
3. When the coconut milk comes to a boil, pour it in the
pot filled with rice and stir frequently until all the liquid is absorbed.
4. Move the rice to a steamer until it is cooked.
5. Take out the leaves before serving.


PRESENTATION :
1. Serve hot on a platter with shredded omelet and a mixture of
fried peanuts and fried onions.
2. Garnish the platter with sliced cucumber, tomato and green
leaves. This recipe makes 4 servings.




Source : http://britishcourse.com
Share:

Selasa, 22 Oktober 2019

8 METODE PENERJEMAHAN (STEP-7)

Metode Penerjemahan
Oleh: Afriani, S.S., M.Hum
Dengan adanya permasalahan yang timbul dalam penerjemahan, diperlukan landasan teori yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Satu teori yang ditawarkan oleh Newmark (1988) adalah teori V diagram yang memberi delapan metode penerjemahan, seperti berikut ini.

Penekanan pada BSu
Penekanan pada BSa
Penerjemahan kata per kata
Adaptasi
          Penerjemahan harfiah
Penerjemahan bebas
         Penerjemahan setia
Penerjemahan idiomatis
        Penerjemahan semantis
     Penerjemahan komunikatif

Bentuk diagram di atas tentu memberikan arti tersendiri. Ada delapan metode, yakni empat metode penerjemahan pertama berorientasi pada BSu dan empat metode kedua berorientasi pada BSa. Menurut hemat saya, semakin jauh jarak dua metode yang bersebrangan itu, semakin jauh pula kesepadanan yang dihasilkan.
 
 Dan sebaliknya, semakin dekat jarak dua metode itu, semakin dekat pula kesepadanan yang dihasilkan. Kedelapan metode itu adalah sebagai berikut ini.

BACA JUGA : GIVING COMPLIMENT
1)             Penerjemahan kata per kata
Metode penerjemahan kata per kata mempertahankan kata demi kata TSu ke dalam TSa atau unsur leksikal BSu dipadankan dengan unsur leksikal BSa. Newmark (1988, hlm. 46) mengatakan “metode itu digunakan pada tahap awal penerjemahan (pre-translation process) untuk memahami teks yang sulit”, kemudian dicari metode lain yang tepat untuk memperoleh padanan yang berterima di dalam budaya BSa. Senada dengan Newmark, Benny (2006, hlm. 56) juga mengatakan “metode itu dianggap tidak baik, tetapi berguna sebagai proses awal dalam penerjemahan dari bahasa tertentu, misalnya penerjemahan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia”. Menurut saya, metode itu dapat digunakan kalau bahasa sumber dan bahasa sasaran mempunyai struktur yang sama. Metode itu tidak dapat digunakan untuk menerjemahkan teks sastra yang mengandungi kata budaya, seperti contoh berikut.

TSu
Geronimo Stilton, 2004,  I’m Too Fond of My fur!
TSa
TSa alternatif
“I know what I'm doing! I am going, and I'm going right now!” I cried. “Professor von Volt needs my help! Unlike you two, I'm true gentlemouse. I don't need you!”
“Aku tahu apa Aku lakukan! Aku pergi, dan aku pergi sekarang!” Aku berteriak. “Profesor von Volt membutuhkan milikku bantuan! Tidak seperti kamu berdua, aku ini benar tikus unggulan. Aku tak butuh kamu!”
“Aku tahu yang aku lakukan! Aku tetap pergi, dan aku pergi sekarang juga!” teriakku. “Profesor von Volt perlu bantuanku! Tak seperti kalian berdua, aku ini tikus unggulan. Aku tak butuh kalian!”

Contoh di atas memperlihatkan TSa yang kaku. Terjemahan itu dianggap salah karena TSu diterjemahkan ke dalam TSa kata per kata tanpa mengubah strukturnya. Jika metode itu digunakan sebagai proses awal, kemudian dicari metode yang tepat, TSa alternatif dapat dijadikan terjemahan yang baik dan berterima di dalam budaya BSa.
BACA JUGA : SINGKATAN AVIATION
2)             Penerjemahan harfiah
Penerjemahan harfiah juga dapat digunakan oleh penerjemah di awal penerjemahan sebuah teks. Metode itu sangat membantu ketika menerjemahkan kalimat yang panjang dan sulit; setelah itu baru mencari metode lain yang tepat untuk menghasilkan TSa yang berterima. Metode itu juga dapat menghindari  kehilangan makna TSu  dalam TSa. Penerjemahan harfiah hampir sama dengan penerjemahan kata per kata karena menghasilkan TSa yang tidak lazim di dalam budaya BSa dan terlihat seperti terjemahan. Hanya saja metode itu sudah mengubah struktur BSu menjadi struktur BSa.
Menurut Newmark (1988, hlm. 95),  metode penerjemahan harfiah  sering digunakan untuk menerjemahkan kata budaya yang meliputi:
(1)   ekologi: flora, fauna, angin, dataran, dan bukit;
(2)   benda budaya (artefak): makanan, pakaian, rumah dan kota, dan alat transportasi;
(3)   budaya sosial: pekerjaan dan hiburan;
(4)   organisasi, adat, kegiatan, prosedur, dan konsep: politik dan tata kelola, agama, dan seni; dan
(5)   gerak dan kebiasaan.


Berikut ini adalah contoh penerjemahan harfiah.

TSu
Geronimo Stilton, 2004,  I’m Too Fond of My fur!
TSa
With a sob, I jumped out of the taxy. “Holey cheese! I don’t want to leave on my own!” I cried. “I need my family!”
Dengan sesenggukan  aku meloncat keluar taksi “Keju suci! Aku tak mau pergi sendirian! Teriakku. “Aku  butuh keluargaku!”

Holey cheese pada TSu di atas sebenarnya tidak dapat diterjemahkan secara harfiah karena idiom itu berhubungan dengan budaya BSu. Jadi, sebelum menerjemahkannya, penerjemah harus memahami budaya yang berhubungan dengan agama BSu. Sebaiknya, Holey cheese diterjemahkan sesuai dengan maknanya, yakni Oh Tuhan. Jika diterjemahkan dengan Keju suci, makna yang dimaksud TSu tidak terungkap dalam TSa walaupun konteksnya adalah tentang kehidupan tikus. Berkaitan dengan hal itu, dalam menerjemahkan karya fiksi, penerjemahan harfiah harus dihindari karena teks dari genre itu kaya dengan bahasa kiasan.

3)             Penerjemahan setia
Penerjemahan setia mempertahankan bentuk BSu sehingga menghasilkan TSa yang tidak lazim di dalam budaya BSa. Padahal, menurut Nida dan Taber (1974, hlm.12), “the best translation does not sound like a translation.” Menurut Benny (2008), metode itu cocok untuk teks hukum atau teks puisi karena pada keduanya memang membutuhkan BSa yang setia pada bentuk atau format BSu.
Menurut hemat saya metode tersebut dapat digunakan pada teks resmi karena seperti halnya teks hukum, jenis teks itu membutuhkan BSa yang setia pada bentuk BSu. Berikut adalah contoh penerjemahan setia dalam Buku Pedoman Tentang Sistem Pencatatan Sipil dan Sistem Vital Statistik (United Nations) diterjemahkan oleh Agus Riyanto, M.Ed (2005).

TSu
TSa
Since its advent in 1945, the United Nations has been working for the development of national statistics and improvement of their comparability.
Sejak berdirinya pada tahun 1954, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah bekerja untuk mengembangkan statistik nasional dan meningkatkan keterbandingannya.

Dari contoh di atas terlihat bahwa penerjemahnya berupaya mempertahankan bentuk BSu ke dalam BSa sampai pada penggunaan tanda bacanya.
Kemudian, kesetiaan pada bentuk BSu akan berpengaruh negatif pada terjemahan novel anak. Terjemahan yang dihasilkan menjadi kaku atau tidak indah sehingga tidak wajar di dalam budaya BSa. Keindahan TSa sangat diperhatikan dalam menerjemahkan sehingga menarik untuk dibaca. Di samping itu, bentuk BSa yang digunakan disesuaikan dengan pembacanya, yakni anak-anak.

4)             Penerjemahan semantis
Metode penerjemahan semantis lebih tepat digunakan untuk  teks ekspresif, seperti novel anak yang saya terjemahkan.  Newmark (1988, hlm. 46‒47) menyatakan, “metode penerjemahan semantis menaruh minat pada nilai estetis TSu sehingga TSa-nya pun  harus terlihat indah dan alami”. Dalam penerjemahan semantis nilai keindahan dan kewajaran serta makna yang terkandungi di dalam BSu lebih diperhatikan.
Benny (2006, hlm. 58) juga menyatakan, “seorang penerjemah sangat menekankan pada penggunaan istilah, kata kunci, atau ungkapan dalam TSu yang harus dihadirkan dalam terjemahannya”. Menurutnya, selain untuk menerjemahkan karya fiksi, metode itu juga untuk karya ilmiah. Metode itu digunakan untuk menerjemahkan istilah dalam TSu dengan tepat dari segi semantis supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Berikut ini adalah contoh metode semantis pada penerjemahan teks resmi dalam teks United States District Court yang diterjemahkan oleh Nike Sinta Karina, S.S.

TSu
TSa
This Court has jurisdiction under ... (federal question); and ...  (copyright).
Pengadilan ini memiliki yurisdiksi berdasarkan ...(perkara berada di bawah jurisdiksi pengadilan federal atau federal question) dan ... (hak cipta).

Federal question dipadankan dengan perkara berada di bawah jurisdiksi pengadilan federal atau federal question di dalam TSa. Istilah TSu itu telah diterjemahkan ke dalam TSa secara akurat dari segi semantis sehingga tidak menimbulkan kesalahan tafsir.

5)             Adaptasi
Metode adaptasi bertolak belakang dengan metode kata per kata. Adaptasi  menekankan pada pesan bukan pada kalimat. Metode itu menghilangkan budaya BSu dan menggantikannya dengan budaya BSa sehingga sudah dapat dipastikan bahwa TSa dirasakan sebagai teks asli BSa. Salah satu contoh diberikan oleh Benny (2008, hlm. 56) adalah “adaptasi yang dilakukan pada nama binatang dari Eropa diganti dengan nama binatang dari Indonesia (rubah menjadi kancil meskipun sifat liciknya berbeda), dan makanan dari Eropa diganti dengan makanan dari Indonesia (fromage pada cerita burung gagak yang ditipu oleh rubah menjadi dendeng pada cerita burung gagak yang ditipu oleh kancil).”

6)             Penerjemahan bebas
Penerjemahan bebas hanya menekankan pada pesan TSu. Metode itu tidak melakukan penyesuaian budaya BSu dengan budaya BSa. Hal itu yang membedakannya dari adaptasi. Menurut pendapat saya, penerjemahan bebas tidak cocok digunakan dalam menerjemahkan karya fiksi terutama teks puisi karena metode itu hanya mementingkan pada pesan TSu tanpa memperhatikan bentuk dan keindahan TSa.
Penerjemahan bebas juga dapat dilakukan ketika menerjemahkan teks atas permintaan pembaca yang hanya ingin mengetahui isi teksnya. Dengan demikian, penerjemah tidak perlu menyesuaikan terjemahannya dengan bentuk budaya  BSa dan bentuk BSu.
Berikut ini adalah contoh penerjemahan bebas pada syair lagu yang berjudul When I Need You yang diterjemahkan oleh Rahmat Budiman (2011).

TSu
TSa
When I need you
I just close my eyes and I’m with you
And all that I so want to give you
It’s only a heart beat away
Jika ku merindukan dirimu
Kupejamkan mata ini dan kurasakan kehadiranmu di sisiku
Kuingin memberimu segala yang kupunya
Kau terasa begitu dekat dengan diriku

Terjemahan di atas hanya mementingkan pesan TSu. Penerjemahnya lebih mementingkan isi yang disampaikan oleh TSu sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca sasaran.

7)             Penerjemahan idiomatis
Metode penerjemahan idiomatis sangat cocok digunakan untuk menerjemahkan karya fiksi. Metode itu berupaya mencari padanan ungkapan idiomatis TSu dengan ungkapan idiomatic yang ada di dalam BSa sehingga menciptakan TSa yang berterima di dalam budaya BSa.
Newmark (1988) mengatakan bahwa semua bahasa figuratif, antara lain metafora, simile dan ungkapan idiomatis, termasuk ke dalam bahasa kiasan (figurative expression). Metode itu memegang peran penting dalam menerjemahkan bahasa kiasan yang terdapat di dalam novel anak A Little Princess. Salah satu contoh penggunaannya seperti berikut ini.

TSu
TSa
“Tell me more!” Lottie ordered. Sara’s stories were as good as candy.
“Ceritakan lagi!” perintah Lottie. Cerita Sara terasa semanis permen bagi Lottie. (Par. 2.66)

Simile TSu di atas dipadankan dengan simile yang memiliki makna yang sama dengan simile TSa. Kehadiran simile itu di dalam TSa akan menambah nilai estetis.

8)             Penerjemahan komunikatif
Penerjemahan komunikatif sangat mementingkan makna TSu. Makna itu dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga isi dan bentuknya dapat dipahami dan diterima di dalam budaya BSa. Menurut Newmark (1988, hlm. 47), “metode penerjemahan komunikatif berupaya sedapat mungkin menyampaikan makna kontekstual TSu sehingga TSa dapat diterima dan dipahami oleh pembaca sasaran”.
Metode yang paling dekat dengan penerjemahan semantis itu berbeda dengan penerjemahan bebas. Penerjemahan bebas hanya mementingkan makna tanpa melakukan penyesuaian dengan budaya pembaca sasaran, sedangkan penerjemahan komunikatif masih menghadirkan unsur budaya BSu di dalam TSa walaupun tidak lagi terikat dengan struktur dan budaya BSu. Contoh berikut ini diambil dari teks drama yang berjudul Arms and The Man karya George B. Shaw (1894).

TSu
TSa
... but is determined to be a Viennese lady, and to that end wears a fashionable tea gown on all occasions.
... tetapi berkeinginan menjadi seorang wanita Wina sehingga  mengenakan gaun pesta modis pada semua acara

Frasa tea gown dipadankan dengan gaun pesta. Penerjemah berupaya mengomunikasikan maknanya tanpa menghadirkan unsur budaya BSu. Jika frasa TSu dipadankan dengan penyesuaian dengan budaya BSu, yakni gaun teh, terjemahan yang dihasilkan diasumsi tidak akan dipahami oleh pembaca TSa. Padanan yang dipilih harus dipahami oleh pembaca TSa dengan menyesuaikan dengan budaya BSa.
 Setelah menguraikan delapan metode di atas, dapat dikatakan bahwa metode penerjemahan dapat dipilih oleh penerjemah sesuai dengan tujuan penerjemahan dan pembaca terjemahan. Keputusan penerjemah itu bergantung pada hasil audience design dan need analysis yang sudah dilakukan sebelumnya. Menurut Benny (2006, hlm. 55) penerjemahan sering didasari oleh “audience design” dan diikuti oleh “needs analysis”. Maka, ia  menyatakan “penerjemahan harus berorientasi kepada “klien” (client oriented) atau berorientasi pada calon pembaca” (2006, hlm. 67). Audience design digunakan oleh  penerjemah untuk memperkirakan siapa yang menggunakan terjemahannya, kemudian untuk tujuan atau keperluan apa terjemahannya (need analysis). 

Share:

Arsip Blog