Never Stop Learn

Cara Menambah Font stle ke PC atau Laptop

Untuk membaut banner atau background dan thumbnail yang bagus kamu memerlukan font style yang tepat. Nah, berikut ini adalah cara untuk menambahkan font style ke PC atau laptop kamu.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label HISTORY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HISTORY. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Oktober 2023

Sederet Fakta Kejayaan Kerajaan Tidore

Salah satau kerajaan Islam di Nusantara adalah Kerajaan Tidore. Sejatinya Kerajaan Tidore pertama kali didirikan pada tahun 1081 Masehi. Namun agama yang dianut dan letak kerajaan Tidore belum diketahui.


Masa awal kerajaan Tidore

Dengan referensi sejarah  yang terbatas diketahui bahwa pada tahun 1495 Tidore dipimpin oleh raja Cirilati dan bergelar Sultan Djamaludin yang berarti Kerajaan Tidore adalah kerajaan Islam. Masa pemerintahan Sultan Djamaludin yakni 1495 s.d. 1512. Tongkat estafet kerajaan beroindah ke Sultan AL Mansur (1512-1526) setelah Sultan Djamaludin wafat.

Masa kejayaan Tidore

Masa keemasan kerajaan Tidore di capai saat di pimpin oleh Sultan Nuku yang berkuasa pada tahun (1797-1805). Sultan Nuku adalah raja sekaligus pemimpin perang yang hebat. VOC kewalahan menghadapi perlawanan Sultan Nuku. Bahkan beliau berhasil menyatukan kerajaan Ternate dan Tidore untuk mengusir Belanda. Dalam kondisi kejayaan negara, Sultan Nuku wafat pada tanggal 11 November 1781.

Share:

Jumat, 21 Juli 2023

5 Fakta Unik Kota Odessa

Kota odesa adalah salah satu kota besar yang ada di Ukraina. Kota ini terkenal dengan hasil pertaniannya berupa gandum dan merupakan kota pelabuhan yang melayani berbagai perdagangan internasional. 

Berikut fakta-faktanya:

1. Mulai berdiri pada tahun 1791. 
arcdaily.com

2. Letak kotanya menghadap Laut Hitam di sebelah Teluk Odessa.
britanica.com
 
3. Merupakan kota pelabuhan yang mwlayani perdagangan internasional.
arcdaily.com

4. Terdapat National Academic Opera dan Ballet Theater yang terkenal.
supplychainbrain.com

5. Kota ini pernah menjadi bagian dari Uni Soviet.
thetimes.com

 
Share:

Minggu, 09 April 2023

5 Fakta Menarik Makam Kaisar Pertama China Qin Shi Huang, Ada Apa di Dalamnya?

Fakta menarik terungkap dari Makam Kaisar pertama China, Qin Shi Huang. 
Beberapa fakta tersebut diantaranya:

1. Ditemukan pada tahun 1974.
 Para petani yang berada di wilayah Saanxi, China tanpa sengaja menemukan makam kaisar pertama China Qin Shi Huang ketika menggali sebidang tanah. Ditemukan teracota berupa patung prajurit china dari tanah liat beserta pasukan  dilokasi tersebut.

2. Meninggal pada tahun 210 SM.
Kaisar Qin Shi Huang berhasil mempersatukan China dalam satu kekaisaran setelah menakhlukkan 6 negara. Diperkirakan Kaisar pertama China ini meninggal pada tahun 210 SM.

3. Makamnya dikelilingi ribuan  pasukan penjaga.
Sebagai representasi dari kaisar yang kuat, makam Qin Shi Huang dijaga oleh ribuan pasukan terracota lengkap dengan para pejabat, jenderal, hewan tunggangan dan senjata replika tanah liat.

4. Makam belum pernah dibuka selama lebih dari 2000 tahun.
Para arkeolog khawatir dengan teknologi yang ada saat ini bisa menyebabkan kerusakan yang justru akan menghilangkan informasi sejarah. Para arkeolog masih berusaha mencari teknik dan metode yang tepat untuk mengungkap makam kaisar pertama China tersebut. 

5. Kaisar Qin Shi Huang meninggal di usia muda. 
Para arkeolog memperkirakan, Qin Shi Huang meninggal di usia 39 tahun. Berbagai teori diungkapakan untuk menjelaskan kematiannya, namun yang paling kuat adalah diakibatkan konsumsi berlebih zat merkuri yang pada saat itu dipercaya sebagai zat keabadian yang membuat manusia hidup lebih lama. Para arkeolog menemukan kandungan zat mercuri yang tinggi di area makam. Diperkirakan terdapat parit mercuri yang berada disekitar makam Qin Shi Huang sebagai simbol keabadian.
Qin Shi Huang sendiri diperkirakan memerintah China pada tahun 221SM - 210SM.
Share:

Kamis, 23 Maret 2023

5 Fakta Menarik Masjid Bukit Indah Sukajadi Kota Batam

Masjid Bukit Indah Sukajadi merupakan salah satu masjid besar yang berada di Komplek Perumahan Bukit Indah Sukajadi Kota Batam. Bagi warga batam masjid ini merupakan tempat ibadah favorit di wilayah Sukajadi.Tempatnya bersih dan tertata rapi. Berikut beberapa fakta tentang masjid Bukit Indah Sukajadi Batam.

1.     Dibangun pada tahun 1999

Masjid ini dibangun pada tahun 1999, dengan dana dari para donatur dan developer.


2.     Memiliki 2 lantai

Mengingat jumlah jamaah yang terus meningkat maka dibangunlah lantai 2 pada bagian belakang.



          3.     Menyediakan Ta’jil Buka Puasa di bulan Ramadhan

Pada momen bulan Ramadhan Masjid Bukit Indah Sukajadi menyediakan menu berbuka puasa bagi para jamaah tepatnya di halaman belakang masjid.

airanews

4.     Sering Mengundang Ustad Ternama di tanah Air

Ustad-ustad ternama di tanah air turut memakmurkan masjid pada kajian-kajian yang pernah digelar seperti KH Abdullah Ahmad Gymnastiar, Ustad Abdul Somad, Ustad Khalid Basalamah, dll.


          5.     Menggelar Kajian Rutin

Kajian rutin bagi akhwat dan Ikhwan digelar rutin di Masjid Bukit Indah Sukajadi Batam.



 

 

Share:

Sabtu, 23 Oktober 2021

Dakwah Syekh Quro abad ke-14 di Pulau Jawa

Syekh Quro adalah salah satu ulama penyebar agama Islam pertama di tanah Sunda.Nama aslinya adalah Syekh Hasanuddin atau Syekh Qurotul Ain atau Syekh Mursahadatillah. Makam Syekh Quro terletak di Pulo Bata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam sejarahnya diceritakan awal mula penyebaran Islam di Karawang bermula ketika Syekh Quro mendirikan Pondok Pesantren yang bernama Pondok Quro, yang memiliki arti tempat untuk belajar Alquran pada tahun 1418 M atau 1340 Saka.

Di Pesantren inilah pertama kali dibangun sebuah masjid di Karawang yang sekarang menjadi Masjid Agung Karawang. Syekh Quro adalah penganut Mahzhab Hanafi yang datang ke Karawang bersama para santrinya yakni, Syekh Abdul Rohman, Syekh Maulana Madzkur, dan Nyai Subang Larang.

Syekh Quro kemudian menikah dengan Ratna Sondari putri dari Ki Gedeng Karawang, dari pernikahan itu lahirlah seorang putra yang bernama Syekh Akhmad, yang menjadi penghulu pertama di Karawang.

Syekh Quro memiliki seorang santri yang berjasa dalam menyebarkan ajaran Agama Islam di Karawang yaitu bernama Syekh Abdulah Dargom alias Syekh Darugem bin Jabir Modafah alias Syekh Maghribi keturunan dari Sayyidina Usman bin Affan RA yang kelak disebut dengan nama Syekh Bentong alias Tan Go.

Syekh Bentong memiliki seorang istri yang bernama Siu Te Yo dan mereka mempunyai seorang putri yang diberi nama Siu Ban Ci.



Ketika usia anak Syekh Quro dan Ratna Sondari sudah beranjak dewasa, Syekh Quro menugaskan santri–santri yang sudah cukup ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam seperti, Syekh Abdul Rohman dan Syekh Maulana Madzkur, untuk menyebarkan ajaran Islam ke bagian selatan Karawang, tepatnya ke Kecamatan Telukjambe, Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru sekarang.

Sedangkan anaknya Syekh Quro dengan Ratna Sondari yang bernama Syekh Ahmad, ditugaskan oleh sang ayah meneruskan perjuangan menyebarkan ajaran Agama Islam di Pesantren Quro Karawang atau Masjid Agung Karawang sekarang.

Sedangkan sisa santrinya yang lain yakni Syekh Bentong ikut bersama Syekh Quro dan Ratna Sondari istrinya pergi ke bagian Utara Karawang tepatnya ke Pulo Bata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang sekarang, untuk menyebarkan ajaran Islam dan bermunajat kepada Allah SWT.

Di Pulo Bata Syekh Quro dan Syekh Bentong membuat sumur yang bernama Sumur Awisan, yang sampai saat ini sumur tersebut masih dipergunakan.


Syekh Quro akhirnya meninggal dan dimakamkan di Pulo Bata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemah abang Kabupaten Karawang. Sebelum meninggal Syekh Quro berwasiat kepada santri – santrinya. “Ingsun Titip Masjid Langgar Lan Fakir Miskin Anak Yatim Dhuafa”.

Sepeninggal Syekh Quro, perjuangan penyebaran Islam di Pulo Bata diteruskan oleh Syekh Bentong sampai akhir hayatnya Syekh Bentong.

Makam Syekh Quro Karawang dan Makam Syekh Bentong ditemukan oleh Raden Somaredja alias Ayah Djiin alias Pangeran Sambri dan Syekh Tolha pada tahun 1859 Masehi atau pada abad ke – 19.

Raden Somaredja alias Ayah Djiin alias Pangeran Sambri dan Syekh Tolha ditugaskan oleh Kesultanan Cirebon untuk mencari makam Maha guru leluhur Cirebon yang bernama Syekh Quro.

Bukti adanya makam Syekh Quro Karawang di Pulo Bata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Karawang, diperkuat lagi oleh Sunan Kanoman Cirebon yaitu Pangeran Haji Raja Adipati Jalaludin saat berkunjung ke tempat itu, dan beliau memberikan surat pernyataan Putra Mahkota Pangeran Jayakarta Adiningrat XII.


Sumber :sindonews

Share:

Minggu, 17 Oktober 2021

Sederet Fakta Unik Masjid Almustofa Bogor

Salah satu bukti sejarah penyebaran agama Islam di Pulau Jawa khususnya Kota Bogor masih dapat kita lihat sampai sekarang. Apa itu ?  

 

Yap...Masjid Al Mustofa namanya. Masjid ini terletak di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Dikutip dari beberapa sumber masjid ini sudah berusia 711 tahun. Nah berarti masjid ini sudah digunakan untuk bersujud menghadap Allah selama kurang lebih tujuh abad. Masjid ini sendiri didirikan oleh dua orang ulama, yaitu Tubagus H. Mustofa Bakri dari Banten dan Raden Dita Manggala dari Cirebon. Amazing.

Pic 1: Masjid tampak dari depan

Kebetulan saat berkunjung ke masjid ini, mimin menggunakan sepeda jadi masuk melalui Gang Masjid Al Mustofa. Tampak kaligrafi berwarna Hijau dan background Abu-abu. Terdapat sepanduk peringatan maulud Nabi Muhammad SAW yang akan jatuh pada tanggal Rabu, 19 Oktober 2021. Apabila kita lihat dari letaknya, Masjid Al Mustofa berada dekat dengan aliran Sungai Ciliwung. Bisa dibayangkan bagaimana para Ulama di abad 13 menyebarkan kemulian ajaran agama Islam di wilayah Bogor. Mimin mencoba membayangkan, mungkin dahulu tempat ini perkampungan yang dikelilingi pohon-pohon besar. Mari kita lihat posisi masjid ini dari geogle maps sob.

BACA JUGA : MASJID ASSALAFIYAH JAKARTA TIMUR


Nah..kelihatan kan posisinya berada dekat dengan aliran sungai Ciliwung. Sekarang mari kita lihat melalui citra Satelit dibawah ini.



Citra diatas menunjukkan bahwa Masjid Al Mustofa berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Tentu saja berbeda jauh dengan 711 tahun yang lalu. Kita patut bersyukur sisa peninggalan ulama ini masih terjaga, semoga makin menguatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat sekitar serta dakwah makin berkembang pesat di Kota ini. 
Pic 2: Suasana didalam Masjid AL Mustofa,
terdapat al-qur'an dan buku khotbah yang berada didalam kaca.

Diketahui, masjid yang didirikan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriyah ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai cagar budaya pada tahun 2011. Alhmdulilah ya sob...sudah ada perhatian dari pemerintah, mau tidak mau masjid ini adalah bagian dari penyebaran Islam di Nusantara yang harus kita jaga dan lestarikan. Semangat untuk belajar agama islam dan senantiasa memberikan manfaat bagi umat. Kalau para leluhur jaman dahulu bisa, kita juga harus bisa. 

Masjid AL Mustofa mempunyai peninggalan benda bersejarah. Benda tersebut berupa Alquran dan buku khotbah Shalat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri. Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa. Masyallah luar baisa.,,7 abad yang lalu Tubagus Mustofa Bakri sudah menulis Al-Qur'an dan sampai saat ini kita masih bisa melihat dan membacanya dari kotak kaca. 

 BACA JUGA : MASJID PERAHU CIBARUSAH

Pic 3: Bedug dan kentongan terletak di belakang area
 Masjid dekat dengan tempat berwudhu.

Disarikan dari halaman republika, makam pendiri masjid yaitu  Raden Dita Manggala, jaraknya berada 200 meter dari letak masjid. Sedangkan makam Tubagus Mustofa, ada di Makkah karena beliau wafat ketika sedang berada di Tanah Suci. 
Pic 4: Gang menju masjid


Pic 5: Suasana sekitar masjid

Pic 6 : Jarak tempuh menuju lokasi 


Nah, cukup sekian sob, tetap semangat terus belajar untuk menjadi lebih baik.


Share:

Jumat, 15 Oktober 2021

Masjid Assalafiyah Jakarta Timur

Bagi Anda yang melintas di kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur tentu sudah mengetahui keberadaan Masjid Assalafiyah.Yap, Masjid Assalafiyah cukup tersohor diberbagai penjuru Pulau Jawa lantaran berada di areal makam Pangeran Jayakarta. Berada tepat di sisi kiri makam Pangeran Jayakarta, membuat masjid ini juga banyak didatangi peziarah dari mancanegara. Lantas bagaimana dengan sejarah dibalik pembangunan masjid tersebut? 

Pic 1: Masjid Assalafiyah tampak dari depan


Dilangsir dari Jakarta-tourism, Masjid Jami Assalafiyah yang mulai dibangun pada tahun 1620 merupakan masjid bersejarah sekaligus bangunan cagar budaya yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 475 Tahun 1993. Selain itu, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Pangeran Jayakarta (Achmad Jakerta) karena di kompleks masjid terdapat makam Pangeran Jayakarta, kerabat dan anaknya. Pangeran Jayakarta merupakan seorang pahlawan yang memiliki andil besar dalam perjuangan mengusir Belanda dari Ibukota. 


 

Masjid ini telah beberapa kali direnovasi dan diperluas, tetapi beberapa bagian masjid tetap dipertahankan sesuai bangunan awalnya. Menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, Masjid Assalafiyah saat ini berdiri di atas tanah seluas 7.000 m2 dengan luas bangunan 450 m2. Daya tampung jamaahnya 800 orang, dan jumlah pengurusnya 25 orang.

Pic 2: Halaman depan Masjid Assalafiyah

Saat mimin berkunjung masjid ini sedang menggelar pembacaan surat yasin ba'da ashar, sehingga tampak ramai pengunjung. 

Pic 3: Prasasti di gapura kiri

Bagian depan masjid, terdapat tulisan prasasti komplek makam Pangeran Jayakarta yg merupakam pejuang melawan Belanda pada abad ke 16. Jadi sob masjid ini udah digunakan untuk menghadap Allah kurang lebih 600 tahun. Masyallah...mantab bukan??? 

Pic 4: Situasi jalan di area depan Masjid


Padahal kondisi saat itu tentu sulit sob, ditengah himpitan pasukan VOC yg siap sedia menggempur pasukan dan pengikut pangeran Jayakarta. So, ini adalah motivasi yang patut kita teladani untuk taat kepada Allah dan Rasulullah agar Islam senantiasa membumi di tanah air. Kalau dalam kondisi sulit para leluhur kita bisa tetap beribadah, tentu kita yg berada pada kondisi aman, nyaman dan fasilitas yg lengkap harus lebih giat lagi dan semangat.


Pic 5: Penampakan Masjid Assalafiyah dari seberang jalan


Pic 6: Area parkir di depan Masjid

Share:

Kamis, 14 Oktober 2021

Makam Pangeran Jayakarta

Diantara padatnya kota jakarta, khususnya Jakarta Timur terdapat sebuah makam yang menjadi bagian sejarah dari Kota Jakarta. Kompleks pemakaman tersebut berada di pingir jalan, dengan pepehonan rindang didalamnya. Di komplek pemakaman tersebut bersemayam makam  Pangeran Jayakarta. Berada di dekat Masjid Jami Assalafiyah, makam Pangeran Jayakarta berdampingan dengan empat makam lainnya, yang terdiri dari makan keturunan hingga kerabatnya.



Tepat di samping makam Pangeran Jayakarta, terdapat makam Pangeran Lahut yang merupakan putra Pangeran Jayakarta. Kemudian di sampingnya ada makam Pangerang Soeria yang merupakan cucu Pangeran Jayakarta. Sementara dua makam di dekatnya merupakan makam Pangeran Sageri dan kerabatnya.

Dikutip dari dari tribunnews (15/04/2021), Usai tiba di kawasan Jatinegara Kaum pada tahun 1619, Pangeran Jayakarta membangun sebuah masjid. Diberi nama Masjid Jami Assalafiyah oleh keturunannya, masjid ini dibangun pada tahun 1620.

Share:

Senin, 11 Oktober 2021

Masjid Perahu Cibarusah

Masjid Perahu Cibarusah merupakan masjid yang menjadi saksi perjuangan penyebaran agama islam di wilayah Cibarusah. Masjid Perahu Cibarusah memiliki disaiin yang unik. Dari jalan raya terlihat sebuah bangunan perahu yang digunakan untuk berwudhu dan kamar mandi. Dibagian pintu depan masjid terdapat kanopi berlambangkan pedang. Apabila sobat traveler berkunjung didaerah cibarusah jangan lupa sholat disini ya sob. Hehe yuk kita simak short descriptionnya.

Pic 1: Masjid Perahu Cibarusah tampak dari depan

Pic2: Lampu kuno

Pada bagian depan terdapat lampu kuno yang memiliki bentuk unik. Diatas pintu terdapat lafaz Allah berwarna emas dengan background berwarna hijau.


Pic 4: Ornamen 

Di dalam ruang utama masjid, terdapat kaligrafi Allah dan Rasulullah, pada sudut kiri terpasang rak Al QurĂ¡n, dan pada bagian atas jam dinding digital serta jam analog. Karpet merah tebal terpasang di lantai masjid. Nah..kebetulan sob, waktu mimin berkunjung pas adzan ashar, bapak marbot langsung adzan.


BACA JUGA : MASJID MUJAHIDIN CIBARUSAH

Hal yang perlu kita ingat dan pelajari bahwa, di samping masjid perahu cibarusah terdapat makam Pangeran Senapati atau disebut masyarakat sekitar sebagai makam Mbh Sena. Pangeran Senapati merupakan putra dari pangeran Jayakarta (Sultan Jayakarta terakhir). Apabila kita simak situs ini juga berkaitan dengan situs bersejarah di kawasan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, yakni makam pangeran Jayakarta.


Disarikan dari situs www.cagarbudaya.kemdikbud.go.id, perang besar terjadi antara pasukan Pangeran Jayakarta dengan pasukan  VOC dibawah pimpinan Jan Pieterszonn Coen pada tanggal 30 Mei 1619. Sejarah mencatat bahwa perang tersebut dimenangkan oleh VOC. Setelah bertempur dan berjuang mempertahankan dari serbuan dan gempuran musuh, Pasukan Pangeran Jayakarta dan keluarga menyelamatkan diri sambil menyusun kekuatan. Belanda menganggap Pangeran Jayakarta tewas di dalam sebuah sumur di kawasan Mangga Dua, Jakarta, namun nyatanya yang diberondong peluru oleh pasukan Belanda di dalam sumur tersebut tak lebih dari selembar jubah dan sorban Pangeran Jayakarta yang sengaja dilemparnya ke dalam sumur tersebut untuk mengelabui pasukan Belanda, sedangkan Pangeran Jayakarta bersama para pengikutnya berhasil melarikan diri ke wilayah yang kini dikenal sebagai Jatinegara Kaum, membuka daerah baru serta mendirikan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Jami’ Assalafiyah. Bahkan putra beliau yang bernama Pangeran Senapati diperintahkan untuk pergi sejauh mungkin dari Jayakarta untuk menghindari kejaran Belanda sekaligus menyebarkan ajaran Islam ke luar Jayakarta, pada ahirnya menetap di wilayah Cibarusah kabupaten Bekasi dan mendirikan Sebuah masjid yang dikemudian hari menjadi pusat perjuangan pasukan Hisbullah melawan penjajahan Belanda di wilayah Bekasi, masjid tersebut kini bernama Masjid Al-Mujahidin Cibarusah.

Dikutip dari halaman library.binusa.ac.id, Jan Pieterszoon Coen adalah pendiri imperium yang berpikiran jauh, sementara bagi pihak lain melihatnya sebagai megalomaniak yang kejam.

Banyak kisah sejarah yang dapat kita ambil hikmahnya sob, mari terus belajar dan menghargai jasa para pahlawan serta pendahulu kita yang gigih mengusir penjajah dan semangat memperjuangkan bangsanya. 

 

Share:

Selasa, 03 Desember 2019

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro dikenal karena memimpin Perang Diponegoro di Jawa pada kurun waktu 1825-1830, yang tercatat sebagai perang dengan korban paling banyak dalam sejarah Indonesia. Selama lima tahun, perang terbuka terjadi di sejumlah daerah terutama di hampir seluruh Pulau Jawa. Belanda pun sempat kesulitan menaklukkan Pangeran Diponegoro, dimana ribuan serdadu mereka menjadi korban dan menyebabkan kerugian 20 juta gulden.


BACA JUGA : BABAD DIPONEGORO

Pangeran Diponegoro adalah putra sulung dari Sultan Hamengkubuwana III, raja ketiga di Kesultanan Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dengan nama Mustahar dari seorang selir bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri selir) yang berasal dari Pacitan. Semasa kecilnya, Pangeran Diponegoro bernama Bendara Raden Mas Antawirya. Pangeran Diponegoro meniggal dalam pengasingannya di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun.


Share:

Senin, 25 Maret 2019

Momen Kapal selam TNI AL Tipe U-209 berhadapan dengan tiga kapal perang Australia


Momen menegangkan antara Indonesia dan Australia sempat terjadi saat Kapal selam TNI AL Tipe U-209 berhadapan dengan tiga kapal perang Australia yang tengah menuju Dili, Timor Leste
Dilansir dari buku '50 tahun pengabdian hiu kencana', saat itu konflik di Timor-Timur (Timtim) sedang memanas dengan campur tangan Australia. Tapi TNI AL tak lepas tangan untuk turut menjaga keamanan di sana. Australia mulai mengirimkan pasukannya melalui resolusi PBB yang tergabung dalam misi multinasional International Force for East Timor (INTERFET).


www.grid.id

INTERFET saat itu bertugas menjaga serta mengatasi krisis keamanan dan kemanusiaan di Timor Timur pada tahun 1999-2000. Ketegangan terjadi saat salah satu kapal selam (KS) milik TNI AL Tipe U-209 buatan Jerman sedang melaksanakan patroli di laut Timor. Namun awak sonar Kapal selam TNI AL mendeteksi suara baling-baling kapal asing bergerak mendekat kearah Timor-timur. Kapal selam TNI AL U-209 milik angkatan laut Indonesia itu segera mendekati secara diam-diam menuju arah suara baling-baling kapal asing tersebut. Ketika jarak semakin dekat baru diketahui suara baling-baling itu berasal dari kapal permukaan, bukan kapal selam. 

www.wikipedia.com

Perlahan-lahan U-209 naik ke kedalaman periskop. Lalu tampaklah iring-iringan kapal perang yang salah satunya jenis Landing Ship Tank (LST) HMAS Kanimbla milik Australia dikawal oleh dua kapal Fregat tempur milik Selandia Baru.
Ketiga kapal itu masuk teritori laut Indonesia tanpa izin untuk menuju Dili. Karena dianggap melanggar hukum internasional, kapal selam TNI AL U-209 segera melakukan  penindakan. U-209 bergerak lebih agar ketiga kapal itu masuk dalam jangkauan serangan point blank range torpedo. Lantas disiapkanlah torpedo untuk menenggelamkan HMAS Kanimbla dan kedua Fregat itu. 
www. footage.framepool.com

Akan tetapi kedua kapal fregat segera mendeteksi adanya kapal selam yang tengah mendekat, namun mereka tidak mengetahui dimana persisnya kapal selam itu berada. Fregat pengawal HMAS Kanimbla pun juga sudah siap dalam peran tempur untuk menghadapi serangan U-209. Komandan HMAS Kanimbla langsung gusar mengetahui ada kapal selam TNI AL di hadapannya. 

http://news.navy.gov.au
Ia segera menjalin komunikasi kepada pemerintah Australia atas kejadian menegangkan yang sedang dialami mereka. Mengetahui hal itu Canberra segera mengontak Jakarta agar 'menetralisir' keadaan di laut Timor itu dan meminta izin berlayar menuju Dili bagi ketiga kapal perang tersebut. Sesudah itu maka U-209 diperintahkan agar tidak menghalangi iring-iringan konvoi tersebut ke Dili karena sudah ada keterangan dari pihak Australia kepada Indonesia.

Sesuai perintah, U-209 kemudian keluar ke permukaan air dan terus membayang-bayangi HMAS Kanimbla seperti Hiu sedang mengintai mangsanya untuk diserang. HMAS Kanimbla dan kedua fregat itu terus dibayang-bayangi oleh U-209, jaga-jaga saja agar ketiga kapal perang tersebut tidak melakukan tindakan provokatif lagi sampai akhirnya merapat ke Dili. Kejadian ini membuat pemerintah Australia menjadi segan dan menghargai keberanian awak KS U 209 Indonesia.


Share:

Senin, 14 Januari 2019

TRI KOMANDO RAKYAT

Jum'at, 19 Desember 1961 di tengah hujan lebat menyiram alun-alun Utara Yogyakarta, Presiden Soekarno mengucapkan pidato Tri Komando Rakyat :

 www.merdeka.com

1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Kolonial.
2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaaan dan kesatuan ndonesia.



www.suara.com


Pidato ini telah membakar semangat rakyat Indonesia untuk merebut kembali Papua Barat kepangkuan merah putih.

Source:  Buku Konspirasi di balik tenggelamanya Matjan Tutul(hal46)
Author :ririd_pahlawi/instagram
Share: