Never Stop Learn

Tetaplah menjadi penimba ilmu dan menyebar kebaikan

Proactive-Calm-Responsible-Confidence-Creative.

Never Stop Learn

Tetap Semangat Jangan Pernah Menyerah

Amazing

Good Learner

MILITERDEFENCE.COM

Do the Best Let God do the rest

Kamis, 06 Februari 2020

Singapura resmikan 3 kapal perang baru kelas Littoral Mission Vessel.

Marsec (Maritime Security) atau keamanan maritim merupakan hal penting bagi Singapura. Mengingat laut merupakan unsur pokok dalam perniaagaan Singapura. Berbagai upaya dilakukan untuk mengamankan jalur pelayaran Singapura. Seperti dilangsir dari Naval News (1/2/2020), Singapore Navy (RSN) atau AL singapura baru saja meresmikan 3 kapal perang baru dari kelas littoral mission vessel (LMV). Ketiga kapal tersebut yaitu, RSS Fortitude, RSS Dauntless dan RSS Fearless. Peresmian ketiga kapal perang tersebut dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2020 di pangkalan milik RSN yakni Tuas Naval Base. 


Delapan kapal perang LMV class sandar di dermaga Tuas Naval Base
 (www.navalnews.net)

Dikutip dari Janes, ketiga kapal perang tersebut akan menggantikan kapal perang dari kelas Fearless-class yang mana telah  menjaga wilayah laut Singapura selama 20 tahun. LMV akan menjaga keamanan wilayah laut singapura dari ancaman perompakan, pembajakan dan aksi  terorisme.Ketiga kapal tersebut akan melengkapi 5 kapal perang LMV yang lebih dulu masuk kejajaran RSN.
LMV Project merupakan hasil pengembangan galangan dalam negeri  Singapore Technologies Engineering atau (ST Engineering) dengan Saab Kockums yang dimulai pada tahun 2013.
 Dikutip dari Naval Technology, LMV ditenagai dengan sistem combined diesel and diesel (CODAD) propulsion system teritegrasi dengan dua mesin MTU 20V 4000 M93L diesel engines. Dengan kecepatan maksimal 27 knot dan jangkauan 3.500 NM. Dementara intu dari segi ketahanan, LMV mampu beroperasi selama 14 hari. 


 (www.navalnews.net)


Dilihat dari aspek persenjataan, LMV dilengkapi dengan berbagai senjata modern seperti, rudal anti pesawat MBDA VL MICA, meriam di haluan Ottomelara kaliber 76 mm, senapan mesin berat Rafael Typhoon gun kaliber 25mm, senapan mesin ringan Hitrole gun kaliber 12,7 mm. Selain itu, LMV juga dilengkapi dengan sensor Thales NS100NS100 three-dimensional surveillance radar dan radar navigasi  Kelvin Hughes Sharpeye. 


Sumber : navaltoday.com/janes.com/navalnews.net/naval-technology.com
Mas ririd
Share:

Senin, 03 Februari 2020

Filipina menonaktifkan dua kapal perang

Kapal perang merupakan unsur utama dalam kekuatan pertahanan sebuah negara. Apalagi negara dengan wilayah kepulauan. Penjaga garis depan pertahanan adalah kapal perang. Keberhasilan pertempuran di laut akan membuka kesuksesan pertempuran didarat. Namun apabila usia kapal perang yang sudah uzur tentu perlu diremajakan atau dinonaktifkan. Seperti dilangsir dari  Manila Bulletin (29/01/2020), Angkatan Laut Filipina atau Philippine Navy ( PH Navy) telah  menonaktifkan dua kal perang  yaitu BRP Rizal (PS74) dan BRP Nicholas Mahusay (PC116).

BRP JOSE RIZAL (PS-74)
(www.commons.wikipedia.com)


BRP Rizal (PS74) merupakan kapal perang peninggalan Perang Dunia II yang diperoleh dari Amerika Serikat pada tahun 1965. Kapal berjenis patrol corvette ini telah mengabdi pada AL Filipina selama 54 tahun. Sementara itu BRP Nicholas Mahusay (PC116), diperoleh dari pemerintah Korea Selatan pada tahun 1998 dan telah mengabdi pada AL Filipina selama 22 tahun. Sebagai ganti dari dua kapal perang yang telah dinonaktifkan tersebut, Al Filipina akan mendatangkan 2 kapal perang dari negeri gingseng yaitu BRP Jose Rizal and BRP Antonio Luna.


BRP NICHOLAS MAHUSAY (PC-116)
(www.defence-studies.com)



Source : navalnews.net/manillabulletin/defence-studies.com/commons.wikipedia.com
(M.ri2d)
Share:

Rabu, 29 Januari 2020

Kapal penyapu Ranjau Rusia gelar latihan di Laut Hitam

Dalam peperangan di laut banyak opsi untuk melumpuhkan kekuatan lawan, salah satunya adalah dengan menebar ranjau laut. Keberadan ranjau laut sangatah berbahaya bagi pergerakan konvoi kapal perang. Diperlukan kapal penyapu ranjau untuk membersihkan rintangan atau obstacle berupa ranjau di laut. Rusia sebagai negara dengan Armada Laut yang besar di dunia memiliki berbagai ragam kapal penyapu ranjau atau kapal buru ranjau ( minessweepers ship). Negeri beruang merah ini juga rutin menggelar drill kering dan basah bagi pari pengawak kapal buru ranjau.

 Ivan Golubet (911)
(www.shipspoting.com)

Dilangsir dari naval news (28/1/2020), Armada Laut Hitam Rusia atau The Black Sea Fleet menggelar latihan penyapuan ranjau di Laut Hitam atau Black Sea.  Latihan yang diikuti oleh dua kapal penyapu ranjau Rusia yaitu Kovrovets dan Ivan Golubets ini, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para pengawak kapal dalam latihan penanaman ranjau dan penjinakan atau penyapuan ranjau.

 Kovrovets 911
(www.shipspotting.com)


Source : Navalanews.net/shipspotting.com
(M.ri2d)

Share:

Minggu, 26 Januari 2020

China Coast Guard kunjungi Filipina

Hubungan antar negara di dunia bergerak begitu dinamis dan cepat. Seribu kawan terlalu sedikit satu musuh terlalu banyak. Setelah terlibat sengketa wilayah laut antara negeri  tirai bambu dengan Filipina, kapal coast guard China berkunjung secara official ke Filipina. Seperti dikutip dari dari Asia Nikkei (15/01/2020), kapal milik China Coast Guard berkunjung ke Filipina. Untuk pertama kalinya Coast Guard milik China berkunjung ke Filipina.


 (www.news.cn)

Dilangsir dari  Sumber Xinhuanet (14/1/2020),  China Coast Guard (CCG) nomor lambung 5204 tiba di pelabuhan Manila Selasa pagi dengan agenda kunjungan persahabatan atau friendly visit selama 4 hari. 

 (www.news.cn)

Selain itu delegasi  CCG yang di kepalai oleh captain Wang Zhongcai, turut membawa bantuan bagi korban erupsi gunung berapi Taal berupa bahan makanan pokok seperti beras, tepung, minyak dan makanan kemasan. Disarikan dari Chinamil (17/1/2020), tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkuat dialaog dan kerjasama serta melaksanakan  rescue drill dengan Philippine Coast Guard (PCG).

Soruce : Janes.com/Xinhuanet.com/chinamil.com
Share:

Kamis, 23 Januari 2020

KRI ALUGORO, KAPAL SELAM PERTAMA BUATAN ANAK BANGSA SEKALIGUS PERTAMA DI ASIA TENGGARA

Didapuk sebagai negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia terus berusaha meningkatkan kapasitasnya dalam bidang pertahanan. Tidak mudah menjaga luas wilayah NKRI yang mayoritas adalah perairan. Dibutuhkan alutsista yang besar dan tentu saja anggaran yang besar untuk menjaga seluruh perairan Indonesia. Lewat berbagai program pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan alutsista secara mandiri. Salah satu diantaranya yaitu kapal selam. Yah, kita patut berbangga, dilangsir dari halaman instagram PT PAL (20/1/2020) BUMN kebanggaan bangsa ini baru saja berhasil melaksanakan uji nominal diving dept KRI ALUGORO hingga menembus kedalaman 250 meter di wilayah perairan utara Pulau Bali. Sebuah pencapaian yang luar biasa dalam tahap Sea Acceptance Test (SAT).


KRI ALUGORO 405
(www.nawacitapost.com)

BACA JUGA : KAPAL SELAM BUATAN DALAM NEGERI

KRI ALUGORO pertama kali diluncurkan pada Kamis (14/4/2019) di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL (Persero) Surabaya. Kapal selam pertama  buatan lokal pertama di Asia Tenggara ini merupakan tipe  U209 Diesel Electric Submarine / 1400 atau  KSDE U209 Chang Bogo Class yang dipesan TNI Angkatan Laut berkolaborasi antara  PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korea Selatan, dalam skema transfer teknologi. 


 (www.indonesiabaik.id)

Alutsista berjulukkan “the silent warrior” ini memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter dengan kecepatan maksimal saat menyelam adalah 21 knot dan 12 knot pada permukaan. Menurut jadwal Kapal Selam KRI Alugoro akan diserahkan kepada Kementerian Pertahanan untuk digunakan TNI AL pada Desember 2020.


Source : janes.com/pal.co.id/nawacitapost.com
(M.ri2d)


Share:

Mesir dan Arab Saudi berlatih bersama di Laut Merah

Persahabatan antara negara-negara di Timur Tengah patut diapresiasi. Ditengah banyaknya konflik yang melanda wilayah itu, latihan bersama tetap digelar. Seperti dilangsir dari Egypt Today (22/1/2020), AL Mesir dan AL Arab Saudi sedang  menggelar Latihan bersama dengan sandi  “Morgan-16”. Latihan yang digelar beberapa hari tersebut dilaksanakan di Laut Merah.

(www.navalnews.net)


Meskipun peserta latihan Morgan-16  ini hanya terdiri atas Mesir dan Arab Saudi  namun beberapa negara Arab dan Persia juga turut menjadi observer atau pengamat latihan.  Dikutip dari Naval News, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur, meningkatkan skill pertempuran serta mengasah manajemen komando dan pengendalian pertempuran.

Source : Egypttoday.com/navalnews.net
(M.ri2d)

Share:

Rabu, 22 Januari 2020

Kapal Perang Terbaru Malaysia tiba di Sabah

Setelah menunggu sekian lama, kapal pesanan Royal Malaysian Navy atau TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) tiba di Pangkalan AL Sabah Naval Base. Seperti diwartakan Naval News (18/1/20), KD KERIS sandar di home base pada tanggal 17 Januari 2019. Menurut Admiral Tan Sri Mohd Reza Sany, kapal berjenis Litoral Mission Ship (LMS) tersebut akan di operasikan untuk memperkuat kontrol pertahanan dan keamanan di wilayah perairan Malaysia khususnya perairan Sabah dan Serawak.

KD Keris 111
(www.malaysiandefence.com)

BACA JUGA : CHINA SERAHKAN KD KERIS KE MALAYSIA

Sejenak kilas balik, program akuisisi kapal perang KD Keris telah dimulai pada 23 Maret 2017 yang mana kontrak pengadaan kapal ditandatangani oleh Ministry of Defence (MOD) Malaysia dengan galangan Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd (BNSSB) bekerjasama dengan China Shipbuilding & Offshore International Co Ltd (CSOC). KD Keris memiliki panjang 68 meter dan lebar 9,2 meter dan diawaki oleh 45 personel. KD Keris mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 22knot dan memiliki endurance hingga 15 hari.


Source : navalnews.net/malaysiandefence.com
Share:

Senin, 20 Januari 2020

Rusia-Jepang akan gelar latihan di Teluk Aden

Dalam konteks “Navy Brotherhood” setiap negara di seluruh penjuru dunia yang memiliki unsur laut berhak untuk menjalin persahabatan dan kerjasama untuk meningkatkan kemampuan, menjaga keamanan dan ketertiban pelayaran ataupun operasi penanganan bencana. Laut memang unik, sejak zaman kerajaan laut merupakan sarana penghubung dan pemersatu antar bangsa-bangsa di dunia. Seperti dilangsir dari TASS Russian news agency (13/1/2020), Rusia dan Jepang akan menggelar latihan bersama pada akhir bulan Januari 2020 di perairan Teluk Aden. Momen latihan kali ini sekaligus menjadi interaksi pertama antara Armada Baltic Rusia dengan AL Jepang dalam sejarah Rusia modern. Latihan ini akan melatihkan berbagai skenario latihan seperti manuver taktis, fighting terrorists, operasi pembebasan dan penyelamatan sandera serta operasi anti-piracy di Teluk Aden. 

Frigate Yaroslav Mudry (777)
 (www.militaryfactory.com)

Dikutip dari Naval News, Armada Baltic yang akan bergabung dalam latihan ini terdiri dari Frigate Yaroslav Mudry, Yelnya tanker class dan  sea tug Viktor Konetsky. Ketiga kapal ini juga baru saja menyelesaikan latihan “ÏNDRA 2019” di Laut Arab  dengan AL India pada tanggal 16-19 Desember 2019 dan juga Latihan antara Rusia-Iran-Cina. 



Source : navalnews.net/tass.com/navaltoday.com/militaryfactory.com
(M.ri2d)
Share:

QADER 2020, LATIHAN GABUNGAN ANGKATAN BERSENJATA MESIR

Untuk membentuk suatu pertahanan yang kuat diperlukan biaya yang besar sekaligus latihan yang rutin bagi sebuah negara. Dilangsir dari naval news (16/1/2020), Mesir telah menggelar Latihan gabungan dengan sekala besar pada tanggal 14 Januari 2020.  Latihan dengan Tajuk “Qader 2020”diikuti oleh berbagai komponen pertahanan Mesir seperti Angakatan Laut, Pasukan Khusus dan Pasukan Penjaga Perbatasan. Latihan gabungan darat, laut dan udara ini ditujukan utuk meningkatkan kemampuan tempur dan mengasah kesiap-siagaan Angkatan Bersenjata mesir. 

 (www.egypttoday.com)

 BACA JUGA : AL CHINA LATIHAN BERSAMA AL PAKISTAN
 
Dikutip dari berita Egypt Independent, AU Mesir dalam latihan tersebut melaksanakan beberapa misi pengintaian, pengamanan objek vital, evakuasi medis  dan transportasi pasukan para komando serta air borne. Sementara itu AL Mesir mengambil bagian dalam skenario pengamanan Laut Mediterania dan perbatasan dari infiltrasi musuh dan ancaman penyelundupan.

Source : navalnews.com/egyptindependependent.com
(M.ri2d)
Share:

India berhasil uji rudal K-4

India sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar ke-empat di dunia versi Global Fire Power edisi 2019,  terus mengembangkan kemampuan alutsistanya. Tidak tanggung-tanggung, India  berhasil melaksanakan uji penembakan strategis Rudal K-4 berkemampuan Nuklir yang mampu menjangkau sasaran sejauh 3.500 km. Seperti dilangsir dari Naval news (20/1/2019), uji penembakan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19 Januari 2020 di wilayah Andhra Pradesh dengan menggunakan platform bawah air. Misil yang berhasil dikembangkan oleh perusahaan  DRDO akan dipergunakan untuk melengkapi persenjataan Kapal Selam Nuklir INS Arihant class.


RUdal  K4 diluncurkan dari platform bawah air
(www.newsnation.com)
 
Misil K-4 merupakan salah satu rudal yang mampu ditembakkan dari bawah air yang dikembangkan DRDO. Satu produk lain merupakan rudal dengan kemampuan jangkauan 700 km yang dikenal dengan BO-5 Missile.


Source : navalnews.net/newsnation.com
(M.ri2d)
Share:

Arsip Blog