Never Stop Learn

Rabu, 06 Maret 2019

Singapura berencana mengganti armada F-16 dengan F-35

Persaingan teknologi militer di Asia tenggara semakin ketat, Dikutip dari janes.com  Singapura dikabarkan akan memesan empat unit jet tempur F-35 dari AS. Pembelian tersebut sebagai pesanan awal sekaligus untuk pengujian sebelum pemesanan yg  lebih banyak. Dari pembelian awal tersebut dimungkinkan akan dilanjutkan dengan membeli delapan unit. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen dalam pidatonya di Departemen Pertahanan (MINDEF), Jumat 1 Maret 2019. Dr Ng mengatakan, MINDEF akan menerbitkan surat pemesanan (LOR) terkait pembelian tersebut kepada AS.

 www.kompas.com

Rencananaya Singapura aka nmelanjutkan pembelian ke batch selanjutnya apabila sudah sesuai dengankebutuhan Singapura. "Dan sebagaimana disyaratkan oleh hukum AS untuk penjualan peralatan militer kepada negara asing, Kongres AS harus lebih dulu menyetujui penjualan F-35 tersebut," tambahnya. Meski telah memastikan rencana pemesanan jet tempur F-35 tersebut, untuk harga per unitnya masih belum mencapai tahap final. Tapi Dr Ng mengatakan, total biaya untuk memiliki armada F-35, termasuk perawatan sepanjang umur penggunaannya, akan sebanding dengan program F-15SG. "Penilaian oleh Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan (DSTA) menyebutkan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajukan pesanan karena harga F-35 yang terus turun, karena pesanan yang sehat dari AS dan 10 negara lainnya," kata Dr Ng. Menurut Dr Ng, harga satu unit F-35 saat ini berkisar dari 90 juta hingga 115 juta dollar AS (sekitar Rp 1,2 triliun sampai Rp 1,6 triliun). "Nilai tersebut sebanding dengan apa yang telah kami bayar untuk F-15SG kami," tambahnya. Sedangkan menurut Lockheed Martin, yang memproduksi F-35, Singapura tertarik dengan jet tipe B dengan kemampuan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal, yang bernilai 115,5 juta dollar AS. Pakar strategi dan perang militer dari Sekolah Internasional S Rajaratnam, Bernard Loo pada 2009, mengatakan bahwa nilai awal kontrak untuk pembelian 12 unit F-15SG bernilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 14 triliun), termasuk pelatihan, perangkat elektronik penerbangan, dan sistem tempur lainnya. "MINDEF akan terus bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS untuk dapat mengoptimalkan biaya operasi dan pemeliharaan." kata Dr Ng. Sebelumnya diberitakan, MINDEF pada Januari tahun ini, menyebut telah mengidentifikasi F-35 sebagai penganti paling cocok untuk armada F-16 milik Singapura yang telah berusia tua, menyusul hasil evaluasi teknik selama lebih dari lima tahun. Dr Ng mengatakan, pembahasan detail pemesanan termasuk harga, varian, dan logistik F-35 akan dibahas oleh MINDEF dengan pihak terkait di AS.

Source : janes.com/
translator/ author :mas ririd

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura dilaporkan akan memesan empat unit jet tempur F-35 dari AS. Pembelian tersebut sebagai pesanan awal sekaligus untuk pengujian sebelum memesan lebih banyak. Dari pembelian awal tersebut dimungkinkan akan dilanjutkan dengan membeli delapan unit. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen dalam pidatonya di Departemen Pertahanan (MINDEF), Jumat (1/3/2019). Dr Ng mengatakan, MINDEF akan menerbitkan surat pemesanan (LOR) terkait pembelian tersebut kepada AS. "LOR kami akan meminta akuisisi awal empat unit F-35 dengan opsi lanjutan hingga delapan unit jika kami memutuskan untuk meneruskan," kata Ng, dikutip AFP. "Dan sebagaimana disyaratkan oleh hukum AS untuk penjualan peralatan militer kepada negara asing, Kongres AS harus lebih dulu menyetujui penjualan F-35 tersebut," tambahnya. Baca juga: Singapura Bakal Beli Jet Tempur F-35 untuk Gantikan F-16 Meski telah memastikan rencana pemesanan jet tempur F-35 tersebut, untuk harga per unitnya masih belum mencapai tahap final. Tapi Dr Ng mengatakan, total biaya untuk memiliki armada F-35, termasuk perawatan sepanjang umur penggunaannya, akan sebanding dengan program F-15SG. "Penilaian oleh Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan (DSTA) menyebutkan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajukan pesanan karena harga F-35 yang terus turun, karena pesanan yang sehat dari AS dan 10 negara lainnya," kata Dr Ng. Menurut Dr Ng, harga satu unit F-35 saat ini berkisar dari 90 juta hingga 115 juta dollar AS (sekitar Rp 1,2 triliun sampai Rp 1,6 triliun). "Nilai tersebut sebanding dengan apa yang telah kami bayar untuk F-15SG kami," tambahnya. Sedangkan menurut Lockheed Martin, yang memproduksi F-35, Singapura tertarik dengan jet tipe B dengan kemampuan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal, yang bernilai 115,5 juta dollar AS. Pakar strategi dan perang militer dari Sekolah Internasional S Rajaratnam, Bernard Loo pada 2009, mengatakan bahwa nilai awal kontrak untuk pembelian 12 unit F-15SG bernilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 14 triliun), termasuk pelatihan, perangkat elektronik penerbangan, dan sistem tempur lainnya. "MINDEF akan terus bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS untuk dapat mengoptimalkan biaya operasi dan pemeliharaan." kata Dr Ng. Sebelumnya diberitakan, MINDEF pada Januari tahun ini, menyebut telah mengidentifikasi F-35 sebagai penganti paling cocok untuk armada F-16 milik Singapura yang telah berusia tua, menyusul hasil evaluasi teknik selama lebih dari lima tahun. Dr Ng mengatakan, pembahasan detail pemesanan termasuk harga, varian, dan logistik F-35 akan dibahas oleh MINDEF dengan pihak terkait di AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Bakal Memesan Empat Unit Jet Tempur F-35 dari AS", https://internasional.kompas.com/read/2019/03/01/16373091/singapura-bakal-memesan-empat-unit-jet-tempur-f-35-dari-as.
Penulis : Agni Vidya Perdana
Editor : Agni Vidya Perdana
Share:

1 comments:

Arsip Blog